Minggu, 20 Desember 2009

Contoh design percakapan dengan klien perilaku kekerasan

Nama : KRISTIANI D TAUHO
NIM : 462007026
HOME TEST KD3

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Perilaku kekerasan

TUJUAN TINDAKAN KEPERAWATAN
Tujuan Umum :
Klien dapat mengontrol perilakunya dan dapat mengungkapkan kemarahannya secara asertif.
Tujuan Khusus :
 Klien dapat mengidentifikasi penyebab dan tanda-tanda perilaku kekerasan.
 Klien mampu memilih cara yang konstruktif dalam berespons terhadap kemarahan.
 Klien mampu mendemonstrasikan perilaku yang terkontrol.
 Klien memperoleh dukungan keluarga dalam mengontrol perilaku dan menggunakan obat dengan benar.

SP 1 PASIEN
Membina hubungan saling percaya, identifikasi penyebab perasaan marah, tanda dan gejala yang dirasakan, perilaku kekerasan yang dilakukan, akibatnya serta cara mengontrol secara fisik.

ORIENTASI
Perawat : “Selamat pagi Pak, perkenalkan nama saya Kristiani Tauho, Bapak bisa memanggil saya Eni. Saya adalah mahasiswa praktik di rumah sakit ini, jadi jika Bapak memerlukan bantuan, saya akan siap membantu.... Nama Bapak siapa, senangnya dipanggil apa?”
Pasien : “Pak Hadi,”
Perawat : “Iya Pak Hadi, Bagaimana perasaan Bapak saat ini? Apakah masih ada perasaan kesal atau marah?”
Pasien : Diam
Perawat : “Baiklah, sekarang kita akan berbincang-bincang tentang perasaan marah Bapak. Berapa lama Bapak mau kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau 10 menit?”
Pasien : “Jangan lama-lama, bosan saya di sini,”
Perawat : “Baik Pak, Bapak maunya kita bincang-bincang di mana? Bagaimana kalau di sini saja?”
Pasien : “Iya,”

KERJA
Perawat : “Apa yang menyebabkan Bapak marah?”
Pasien : “Mereka itu tidak pernah menghargai perasaan orang.. Saya tahu, saya hanya penjual ikan dan saya tidak pernah tamat SD, tapi saya juga manusia,, Bahkan saya tidak bisa sekolah karena uang orangtua kami dipakai buat sekolahnya mereka. Harusnya mereka berterima kasih, saya sudah mau berkorban untuk mereka, mereka malah menganggap saya beban dalam keluarga, selalu menatap saya dengan tatapan sinis, seolah-olah saya memang sudah tidak bisa apa-apa lagi.. yang jelas saya merasa tidak dihargailah... Betul-betul kurang ajar mereka,”
Perawat : “Mereka itu Kakaknya Bapak ya?”
Pasien : “Dan istrinya,, sama saja tidak ada bedanya...”
Perawat : “Apakah sebelumnya Bapak pernah marah? Apakah penyebabnya sama dengan sekarang?”
Pasien : “Iya, tapi biasanya hanya minum miras”
Perawat : “Oh... Jadi Bapak marah karena tidak dihargai dalam keluarga. Pada saat Bapak marah, apa yang Bapak rasakan? Apakah Bapak merasakan kesal kemudian dada bapak berdebar-debar, mata melotot, rahang terkatup rapat, dan tangan mengepal?”
Pasien : “Ya iya, namanya juga lagi marah,”
Perawat : “Setelah itu apa yang Bapak lakukan”
Pasien : “Kaca jendela rumah saya pecahkan semua,”
Perawat : “ Oh..iya, jadi Bapak memecahkan seluruh kaca jendela, apakah dengan cara ini mereka akan lebih menghargai Bapak?”
Pasien : “Tidak, tapi rasanya puas,”
Perawat : “ Iya, tentu tidak. Apa kerugian dari cara yang Bapak lakukan?”
Pasien : “Mereka ketakutan. Mereka pikir saya pasti akan membunuh mereka semua,”
Perawat : “Betul, keluarga jadi takut kepada Bapak, kaca-kaca pecah, harus mengeluarkan uang untuk membeli kaca baru lagi. Menurut Bapak adakah cara lain yang lebih baik? Maukah Bapak belajar cara mengungkapkan kemarahan dengan baik tanpa menimbulkan kerugian?”
Pasien : “Bagaimana?”
Perawat : ”Ada beberapa cara untuk mengontrol kemarahan, Pak. Bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu?”
Pasien : ”Iya,”
Perawat : ”Begini Pak, kalau tanda-tanda marah tadi sudah Bapak rasakan maka Bapak berdiri, lalu tarik napas dari hidung, tahan sebentar, lalu keluarkan/tiup perlahan-lahan melalui mulut seperti mengeluarkan kemarahan. Ayo coba lagi, tarik dari hidung, bagus.., tahan, dan tiup melalui mulut. Nah, lakukan 5 kali. Bagus sekali, Bapak sudah bisa melakukannya. Bagaimana perasaannya?”
Pasien : “Agak lebih tenang,”
Perawat : “Nah, sebaiknya latihan ini Bapak lakukan secara rutin, sehingga bila sewaktu-waktu rasa marah itu muncul Bapak sudah terbiasa melakukannya”

TERMINASI
Perawat : “Bagaimana perasaan Bapak setelah berbincang-bincang tentang kemarahan Bapak?”
Pasien : ”Lumayan lebih tenang,”
Perawat : ”Iya, jadi penyebab dari kemarahan Bapak adalah karena tidak dihargai, dan yang Bapak rasakan adalah kesal kemudian dada bapak berdebar-debar, mata melotot, rahang terkatup rapat, dan tangan mengepal. Yang Bapak lakukan adalah memecahkan kaca jendela dan mereka semua ketakutan, semua kaca juga pecah,”
Perawat : ”Coba selama saya tidak ada, ingat-ingat lagi penyebab marah Bapak yang lalu, apa yang Bapak lakukan kalau marah yang belum kita bahas dan jangan lupa latihan napas dalamnya ya Pak? Sekarang kita buat jadwal latihannya ya Pak, berapa kali sehari Bapak mau latihan napas dalam?”
Pasien : “3 kali,”
Perawat : “Jam berapa saja Pak?”
Pasien : ”Jam 12, jam 4 dan jam 8 malam,”
Perawat : ”Baik Pak, bagaimana kalau 2 jam lagi saya datang dan kita latihan cara yang lain untuk mencegah/mengontrol marah. Tempatnya disini saja ya Pak, Selamat pagi,”

Catatan:
Dialog di atas hanya contoh design percakapan yang sengaja dibuat sesuai dengan imajinasi penulis dan tidak berkaitan dengan siapapun. Jika terdapat kesamaan nama dan tempat, maka itu diluar kehendak penulis. Terima kasih, TUHAN berkati!
Poskan Komentar